Jumat, 01 Februari 2013



Kapasitas mesin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Satu siklus penuh dari mesin 4 tak 4 silinder. Volume/kapasitas mesin ditandai dengan warna merah.
Kapasitas mesin adalah volume dari semua piston di dalam silinder mesin pembakaran dalam, yang diukur dari satu pergerakan maksimum dari atas ke bawah. Biasanya dinyatakan dengan menggunakan satuan sentimeter kubik (cc), liter (l), atauinchi kubik (CID) di pasar Amerika Utara. Kapasitas mesin tidak termasuk dengan total volume dari ruang pembakaran.

[sunting]Definisi

Kapasitas mesin dapat diketahui dari diameter dan langkah dari sebuah silinder mesin.
 \mbox{Isi silinder} = {\pi\over 4} \times \mbox{diameter}^2 \times \mbox{langkah} \times \mbox{jumlah silinder}
Contoh: Mesin Chevrolet 427 memiliki diameter 4,312 inchi, dan langkah 3.65 inchi, maka mesin 8 silinder ini memiliki kapasitas mesin:
3.1416/4 * 4.3122 * 3.65 * 8 = 426.4 CID (inchi kubik).
Jika diameternya 10 cm dan langkahnya 5 cm dengan 4 silinder, maka kapasitas mesinnya:
3.1416/4 * 102 * 5 * 4 = 1570 cm3 ≈ 1.6L (liter).

[sunting]Regulasi pemerintah

Pengenaan pajak pada kendaraan biasanya didasarkan pada kapasitas mesin mobil tersebut daripada keluaran tenaga mesinnya. Kapasitas mesin ini adalah dasar dari sebuah desain mesin, sedangkan keluaran tenaga bisa bergantung pada beberapa faktor lainnya. Hal ini berakibat pada banyaknya pabrikan otomotif yang berkonsentrasi untuk meningkatkan tenaga mesin dengan berbagai teknologi seperti variable valve timing dan turbocharger.
Ada 4 macam metode utama yang mengatur emisi permobilan: EropaInggrisJepang, dan Amerika Serikat. Metode yang dipakai di beberapa negara Eropa adalah mengenakan pajak pada kendaraan di atas 1.0L (1000 cc) dan di level 1.6L (1600 cc). Di Inggris, sistem pengenaan pajaknya adalah emisi gas buang mulai tanggal 1 Maret 2001 (sebelumnya mereka memakai kapasitas mesin sebagai metode, mobil dengan mesin dibawah 1549 cc pajaknya lebih murah).[1]
Di Jepang metodenya mirip dengan Eropa (berdasarkan kapasitas mesinnya) ditambah dengan pajak bobot kendaraan.
Di Belanda[2] dan Swedia, pengenaan pajak dilihat dari bobot kendaraan. Tapi, Swedia mengubah peraturannya tahun 2008 menjadi pengenaan pajak didasarkan pada emisi karbon dioksida.
Kapasitas mesin juga digunakan untuk membedakan berbagai macam kategori motor. Di Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya, motor di bawah 50 cm3 (disebut moped) dapat dikendarai dengan kualifikasi minimum. Hal ini menyebabkan banyak kapasitas mesin motor kecil ini berkisar 49.9 cm3.
Mesin Wankel biasanya mendapatkan pengenaan pajak lebih tinggi daripada mesin biasa meskipun kapasitas mesinnya kecil. Hal ini disebabkan karena meskipun kecil, tapi tenaga dan emisi yang dihasilkan cukup tinggi. Misalnya, mesin 13B 1.3L keluaran tenaganya bisa dibandingkan dengan Mesin V6 3.0L, dan mesin 20B 2.0L keluaran tenaganya sebanding dengan Mesin V8 4.0L.

  1. Korek Motor Harian Vega

    image

    Korek Harian YAMAHA VEGA-R



    para korek motor Saya akan membahas tentang korek mesin Yamaha Vega-R Untuk harian,dikarenakan untuk harian special kita buat seringan mungkin dengan rumus dan perhitungan tentunya tapi tetap mengedepankan hasil di tenaga puncak yang keluar, memaksa mesin harus tetap teriak, dengan hasil rpm bisa sampai puncak rpm tertinggi tentunya.Part/Komponen yang kita coba bahas menggunakan sparepart subtitusi(pengganti)dari pabrikan lain yang bukan ricing,menghemat harga karena buat harian para bikers.Kita bisa aplikasi katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter.Gap lebar layaknya pacuan motor road race, berguna untuk mendapat area overlaping yang tinggi , sehingga tenaga di putaran atas membaik. Disokong oleh aplikasi untuk pir klep milik CS-1 agar tidak terlambat mengembalikan klep exhaust di putaran 10.000 RPM.Nokn As/Kem dipatok   lobe lifter cam 7 milimeter, dan dengan papas Nokn As 1.5 milimeter . Area intake port kita papas 5 milimeter, porting dibuat kotak yang hampir sesuai desain suzuki satria Fu150. Terpenting kita tahu prinsipnya, yang diinginginkan adalah aliran udara berkelok kesamping, bergumpal di area dekat bushing klep, lalu ditekan membentuk badai homogenus masuk ke silinder saat katub terbuka. Efisiensi ruang bakar yang mampu mencegah detonasi adalah campuran udara/bahan-bakar yang berputar dan termixing dalam silinder. Oleh karenanya kita berani mematok perbandingan volume yang disapu dengan volume yang ditinggalkan hingga 11.5 : 1.Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut , ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafas terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mampu naik percepatannya. Padahal jantung dapur pacu mesin Yamaha Vega ini hanya kita rubah memakai piston kawasaki kaze oversized 1 milimeter, piston ini masih menjadi andalan dari jaman dulu, hanya sekarang tinggal bagaimana pintar kita mensiasatinya. Disinilah skill sedikit dibutuhkan karena blok vega lebih rendah 2 milimeter dibanding Jupiter Z atau Vega R new , inilah kesempatan membentuk dome pistonnya layaknya piston FIM – izumi. Piston yang muncul dari blok di beri tanda garis dengan pisau, piston direndahkan hingga 0.5 milimeter dibawah garis itu, dan dome yang terbentuk dilesakkan ke dalam ruang bakar. Tak lupa speeling kedalaman coakan klep pada piston diberi lebih dalam kurang lebih 1 mm dari posisi overlaping klep. Kalau menurut Tom Monroe, dalam bukunya Engine Builder Handbook, sebaiknya kedalaman coakan klep exhaust pada piston diperdalam, karena kecenderungan klep buang dalam posisi turun hanya mengandalkan kekuatan pir klep untuk mengembalikan posisinya, jika terlambat maka fatal akibatnya – merusak head-klep-piston-liner. Itulah kenapa seringkali klep buang yang mengalami kebengkokan atau bahkan patah.

    Blok yang pendek, piston bisa dibuat nge-dum, dengan jantung sebesar itu, potensial  kubah ruang bakar masih bisa dipacu dengan katub milik Honda sonic dengan dimensi 28 / 24. Apabila dengan katub 26 / 22 , seperti motor pembalap pemula tetep masih bisa galak. Supplay bahan-bakar bisa menggunakan milik jupiter z, pilot jet # 25, main jet # 110. Tanpa reamer, intake manifold standard. Box filter harus terpasang supaya debu tidak tersedot waktu motor dibawa ke Top Speed. Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa dari setiap part/komponen, yang terpenting tercapai konsep harian dan butuhnya hanya transfer tenaga yang besar. Lebih bagus langsung ubah gigi rasio , diatur pada   sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup tinggi, dengan patokan final gir depan 15 -35 untuk 400meter.Muffler untuk mengejar putaran atas, silinser mengerucut kecil, pipa 25 milimeter pada leher, disambung 27 milimeter di step ke – 2, silinser 15 milimeter adalah lubang kasa, dengan jumlah lubang pada pipa 16 buah dengan diameter 6 milimeter."korek motor"

    LOBE SEPRATION ANGLE

    image





    korek motor
    LOBE SEPARATION ANGLE(LSA)

     

    Durasi  in                                      = 27+180+53=260°

                 Ex                                      = 55+180+29=264°

    Lobe center in =260/2-27     =103°

    Lobe center ex =264/2-29    =103°

    Lsa                                              = 103°

    #  dari lsa dapat diketahui karakter cam,dari posisi lc akan menentukan maximum lift tepat/tidak       dari durasi.

    # spek standar lift berkisar di 6mm dengan durasi 260°            didial utuk menentukan lobe center,durasi menjadi 290° dengan lift 17,14mm dan durasi ex 293° dengan lift 7,44mm.

    # memajukan bukaan noken as lebih menguntungkan torsi diputaran bawah.

    # desain lobe : setiap bubungan sebuah cam,untuk tiap klep memiliki banyak variable,came lobe        bukan hanya mengatur lift dan kapan membuka dan menutup,tp juga specd,akselarasi,overlap,dan tekanan komp.resi diruang bakar yang diatur kecepatan noken as.

    # base circle (lingkaran dasar),posisi ini klep menutup,ukuran base circle mempengaruhi lift kemp.semakin kecil base circle memungkinkan lift semakin tinggi tp rawan menjadi noken as ”lentur” dan timing melompat.

    # ramps =  bagian lobe dimana lifter bergerak naik dan berakhir menutup.racing chamehaft,bentuk kurva area ramps memiliki kecepatan dan akselarasi tinggi.bentuk memiliki bentuk kurva opening dan closing ramps yang tidak sama.bertujuan untuk mamaksimalkan kecepatan klep dan control.

                Dalam aplikasi balap,umumnya akselarasi klep dibuka secepat mungkin,tetapi kecepatan bukaan klep dilambatkan secara drastic saat mendekati puncak lift untuk mencegah flooting.sedangkan pada posisi menutup,klep harus diturunkan dengan lembut untuk menjaga daya tahan daun klep.

    # tune lobe separation angle (LSA)



    Adalah jarak antara lobe intake dan lobe exhaust.Dasarnya adalah berada di area separuh dari setengah putaranderajat kruk as antara puncak exhaust dengan puncak intake. Jika durasi tetap, memperbesar LSA berarti memperkecil overlab. Memperkecil LSA membesar overlab.

            Memperlebar LSA menghasilkan kurva torsi yang rata dan lebar yang bagus di RPM tinggi tapi respon gas lambat. Merapatkan LSA menghasilkan efek berlawanan membuat torsi memuncak, mesin cepat teriak,namun rentan tenaga sempit.

            Bila memakai piston panjang,kondisi ini membuat piston berada di TMA lebih lama. Noken as dengan LSA lebar akan lebih cocok.


    Factor yang mempengaruhi overlapping yang ideal adalah Ruangan bakar yang kecil biasanya yang butuh overlapping yang sedikit saja dikarenakan didisain untuk memaksimalkan torsi di RPM rendah. Banyak mesin balap saat ini tergantung pada putaran mesin tinggi untuk memaksimalkan gear rasio, Sehingga overlapping lebih banyak justru membantu, Ketika RPM melonjak,klep membuka dan menutup semakin cepat.

            Stang piston panjang juga mempengaruhi tentang LSA, Karena piston berada di TDC semakin lama. Ini membuat ruang bakar semakin mengecil untuk menerima pasokan udara/bahan bakar. Sehingga overlapping yang lebih sedikit mampu mengisi ruang bakar lebih baik. Selain mengurangi kevakuman dan potensi gas membalik. Kebanyakan overlapping dalam mesin balap menghasilkan gas yang tidak terbakar langsung menuju pipa knalpot.,membuat boros konsumsi bahan bakar,Untuk balap jarak pendek ini tidak masalah(DRAG).

    Menentukan lift kem

    image



    Korek Motor,Dalam menentukan flow atau aliran gas bahan bakar bagus ditentukan juga oleh lift kem. Berdasarkan teori sederhana, semakin tinggi lift semakin tinggi flow makin bagus. Namun perlu diuji di jalan atau medannya dulu. Lift atau tinggi katub ditntukan oleh benjolan di kem, makin tinggi benjolan di kem makin tinggi pula lift pada kem( dag pasti tow bro). Namun itu juga terbatas oleh kinerja Per klep,


                Dalam buku eyang Alexander Graham Bell yaitu four Stroke Performance Tuning. Lift maksimum rentangnya 0,28-0,32 mm dari diameter paying klep(catet itu). Namun jangan dipakai dengan harga mati.


                Tapi di motor local masih enak di pakai lebih dari 0,35 dari diameter klep isap, ini diadopsi dari buku Superflow SF-110-120, menurut buku tersebut rentannya 0,32-0,35 dari diameter klep. Seumpama kita ambil 0,35 jika menggunakan klep isap 28 milik sonic maka lift-nya 0,35 x 28 mm = 9,8 mm. Rasionya  = 9,2/26 mm = 0,354, dan didukung per klep yang mumpuni seperti per klep jepang. Sanggup sampai lift kem 10 mm. Lift yang di maksud disini bukan dari kem, tapi dari ketika klep terpasang di kepala silinder,sebab lift dapat  lebih rendah di banding lift sebenarnya Cara mengukur tinggi katub tergantung dari posisi sudut klep, juga tergantung dari panjang rocker arm.


    pertarungan CDI REXTOR,BRT,XP,Cheetah

    image
    Pertarungan CDI Unlimiter: CDI Rextor, CDI BRT, XP 202, CDI Cheetah
    Lompat ke Komentar

              korek motor tidak bisa lepas dari pengapian,Setelah sebelumnya melakukan tes optimalisasi bahan bakar dengan berbagai macam produk pengirit bahan bakar yang di rancang oleh Hendry Martin, ST. Kali ini Otonetters, komunitas member di Forum OTOMOTIFNET.COM kembali mengibarkan bendera Otoneters Indepnedent Tester dengan melakukan pengetesan CDI programmable untuk Honda Supra X125.

    Sekaligus dipilih 4 merek dalam pengetesan ini yaitu BRT, Rextor, XP202 dan Cheetah Power. Syaratnya harga jual masing-masing CDI yang diiukutkan dalam komparasi ini harus tidak lebih Rp 500 ribu. Harga ini paling ideal untuk kebutuhan korek harian atau sekedar plug & play pada motor dengan spek standar.

    Pengetesan CDI berlangsung cukup panjang dari akhir Februari hingga awal April ini. Panjangnya waktu disebabkan ada empat variable pengetesan yang dites secara terpisah. Yaitu, peak rpm untuk mencari siapa yang punya limiter paling tinggi. Kemudian ada tes akselerasi dengan menggunakan alat ukur Racelogic.

    Dilanjutkan dengan melakukan tes konsumsi bahan bakar dan terakhir tes power dan torsi dengan dyno tes. Tujuan pengetesan ini dalam beberapa tahapan terpisah, bukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara keempat CDI tersebut. Tapi lebih berfungsi untuk memetakan mana yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen. Mengingat tiap CDI memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.

    Motivasi konsumen dalam memilih CDI pun berbeda-beda. Ada yang mengganti CDI sekedar karena mencari tenaga besar tapi ada juga yang hanya ingin akselerasi motornya makin ngacir atau malah ingin konsumsi bahan bakarnya semakin irit. So, mari ikuti ringkasan dari empat proses pengetesan ini.

    Pengetesan ini dilakukan pada sebuah Honda Supra X125 pinjaman dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kondisi benar-benar baru dan standar tanpa ubahan apapun. Juga dipilih tiga tester untuk menjalani semua rangkaian pengetesan. Dua dari member Forum OTOMOTIFNET.com (Bintang Pradipta dan Spidlova) dan satu wakil dari redaksi OTOMOTIFNET.com (Popo).

    Dalam keseluruhan pengetesan ini digunakan kurva yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen CDI. BRT meminta klik kurvanya disetting di posisi angka 8 yang artinya timing pengapian di atur pada 35 derajat sebelum titik mati atas. Rextor memilih kurva ditaruh di posisi angka 0. Sedang Cheetah Power menyarankan untuk menggunakan kurva pertama. Dan XP202 karena tidak memiliki pilihan kurva maka langsung colok.
    0 

    Add a comment


    1. Alhamdulillah,
      Murid RAT motors - bermain sambil belajar -
      Puji syukur kami panjatkan setinggi-tingginya bagi sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul di upacara bendera… lho!?! Keliru… wkwkwkw. Dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul berdiskusi di web log RAT MOTORSPORT, kalau di dunia nyata kita diskusinya di warkop sebelah bengkel lebih enak hehehe… Diskusi sampai botak sambil ditemeni kopi luwak! mangstaaabbbb… :p
      Ban Drag Racing RAT...??! hehehe
      Kali ini kita membeberkan hasil prakarya mengorek motor bebek  berlambang garputala, so… bagi pemilik kendaraan vega/crypton/jupiter z yang ingin memiliki motor kencang tanpa bore up, inilah dongengnya! Woi sing mburi ojo turu nek didongengi, malah ngiler kae i piyeee… :D Modifikasi mesin yamaha bore up 200 cc jadi kencang = wajar…  Kanibal blok head supra125 pakai temlar roller + bore up piston tiger , kencang = wajar, modifikasi modal selangit dikirim ke thailand , kencang, wajar…   modal minim dikirim ke RAT minta spec aneh-aneh , ndak kencang = wajar. Hehehehe… becanda! Tapi kalau hanya mengandalkan piston crypton yang berdiameter 49 milimeter (selisih 15 milimeter lebih dengan piston TIGER ) mau kencang…?!!! Piye carane…? Hmmm seneng kita kalok disuruh mikir gini :DKonsepnya kita tidak boleh melenceng terlalu jauh dari desain para insinyur Yamaha, kata pakde Graham Bell, jangan over enthusiast = modifikasi berlebihan… :) Sekali lagi, Alhamdulillah, bukan untuk sombong-sombongan, tapi untuk meramaikan jagad perbalapan bahwa ilmu murmerceng masih bisa dipakai untuk menciptakan pacuan 9 detik menempuh 200 meter dengan kapasitas seadanya :P Supaya kita bisa maju bersama. Toh ini pula hasil dari banyak silaturahmi belajar ke berbagai ahli-ahli permesinan :)
      Rasio Pecah Karena Miss Gear
      Apa yang harus dituju…? Pertama, basic motor crypton terlalu tua, PR pertama mesin harus dibelah total untuk cek kelayakan kruk as, terutamanya bearing kruk as, dan seluruh bearing transmisi, pastinya harus diganti baru, pilihannya bisa memakai bearing hi-speed, FAG atau SKF. Untuk kruk as jika ada dana lebih bisa beli kruk as Jepang atau Thailand mantap, yang ada rejeki sedikit banyak bisa order crankshaft jupiter z baru di dealer. Tapi seandainya tidak ada, kruk as standard dibalans ulang dan dicek defiasi ayunan lengan kruk as harus dibawah 0,10 milimeter. Setang piston diganti baru, dengan kerapatan daun kruk as 43 milimeter, setang pakai punya jupiter z lebih murah dibanding harus membeli con-rod 4ST milik crypton. Harganya bisa separuh bokkk… sisanya lumayan buat beramal ke mekaniknya :)
      Crankcase segar, kebersihan - sebagian dari iman :D
      Urusan transmisi, perbandingan rasio diracik ulang untuk meperoleh tautan percepatan yang gila-gilaan dan output torsi besar di gigi 4 hingga mampu teriak di putaran tinggi kita pakai 26/23. Lainnya hitungan umum :) Sayangnya mendekati event gigi rasionya rompal saat setting, jadi terpaksa balik ke standard, timernya turun 0.3 second karena percepatan di gigi 4 mengandalkan standarnya sangat rendah… nangis-nangis kita sebagai mekanik memasangnya, cuma bisa ndremimil, “semoga banter-semoga banter…” hahahah…  Karena memakai gir standard terpaksa final gir kita pakai 13-36, gir dibubut ditipiskan agar muat di rantai honda karisma. Seandainya rasio sehat kita bisa pakai final gir lebih berat, topspeed diharapkan bisa lebih tinggi.
      Balancer diperdekat dengan kruk as, seperti cakram
      Rotor dibubut habis
      Crankcase jika masih layak, bisa dipakai, tapi jika sudah terlalu oblak bisa hunting bak tengah dari motor X1 Thailand, atau pesan di yamaha sepasang crankcase crypton baru, notanya disimpen biar ga dipermasalahkan kalau-kalau ada Polisi yang lagi bete ngeliat kita nyeting motor n dikandangkan motor kita di POLSEK, aduh aduh padahal nyeting kan tidak melakukan kejahatan, toh lintasan balap drag di Indonesia sangat minim, beda dengan thailand yang balap drag jadi primadona! Sebenernya kami para mekanik ini pun sudah mencari jalan yang sepi dan aman, toh emang pekerjaan kita disini demi mencari nafkah keluarga kok ya tega kalau mendenda motor balap resmi, hiks…hikss… curhat colongan :P Siapa yang pernah juga hayo angkat tangan?! :D Kalau balap liar ditertibkan saya setuju pak :D hehehe… lebih mantap lagi jika polisi mengadakan event balap untuk mewadahi aspirasi anak-anak muda biar ga salah arah…
      Total Loss System
      Selesai urusan kruk as dan kawan-kawan kita tutup bak tengah. Blak!!! Kencang-kuat-presisi! Area kopling modifikasi umum lah, menggunakan bak kopling manual, bisa dari merk TDR, atau langsung buatan yamaha Thailand, bisa. Kampas kopling dipakai dari pabrikan Suzuki, tipe FR 80, tapi kita pakai merk TOKAIDO hehehehe… atau INDOPART lah, udah bagusan itu, masalahnya mosok motornya udah nggak ada di jalan, suzuki masih nyiptain banyak spare part nya? :D kalau dibelikan yang merk TDR Racing pasti lebih mantap lemparan tenaganya. Pir kopling pun begitu , kita mengandalkan pir kopling smash yang 8.000 an, masyaALLAH, kasian ya kita.. hiks… Pengennya kalau bisa pakai pir kopling yamaha RX king original, sadaaaappp… apalagi kalau pakai pir kopling Yamaha YZ125, mantap… padahal kita ada, tapi harga ratusan ribu itu tidak mampu dijangkau sang pemilik motor yang notabene masih duduk di bangku sekolahan, padahal yo anake pak Carik, hehehe… tapi namanya belum bisa kerja sendiri jadi ya gapapa lah, diterima seadanya, rejeki bisa dicari nanti dari boss besar :) Allah maha adil… lagi maha penyayang :)
      Kepikiran sampai dibawa mimpi... wkwkkwkw
      Balancer kita buat dengan bobot 600 gram, mengimbangi hal itu magnit kita rubah menjadi total loss , mengandalkan pulser dari jupiter z DC, berat rotor magnit mencapai 700 gram, dengan mencopot seluruh rangkaian magnit, dan melakukan pembubutan disana-sini. Tujuannya memperingan putaran mesin agar mampu meraih kitiran belasan ribu rpm dengan tetap stabil. Kalau ada duit lebih ya beli pengapian kit YZ 125, aduh aduh aduh… coba denger geberannya bisa bikin horny… emmmppphhhh :D Hidup hanya sekali , coba sempatkan deh merasakan nikmat geberannya :) awas mimpi basah.
      CDI BRT smart click
      Piston kita semua tahu, izumi maupun brt tidak pernah mengeluarkan piston racing, bagaimana untuk menaikkan kompresi??? Memapas head / blok sebanyak-banyaknya? Bukan pilihan yang bagus. Selain rantai keteng jadi mulur gila-gilaan, top noken as seringkali meleset jauh dari standard, itulah sebab seringkali meski sudah kita buatkan noken as sakti ala RAT kalau dipasang di head yang tidak presisi = boong. Oleh karenanya Blok silinder ditipiskan 0.5 milimeter, disusul head 0.8 milimeter sudah cukup. Untuk menembus rasio kompresi 13 : 1, kepala piston kita LAS!! Ya ! Ditambal las argon, kemudian kita bubut ulang, hingga hasil customize ini membentuk dum melesak kedalam kubah ruang bakar selebar 39 milimeter. Dum ini dibatasi mendekati busi hampir 1 milimeter saja celahnya, pokoknya gak nabrak,  selisih piston dengan kubah disisakan 2 milimeter agar tidak terlalu padat. Kalau pecah kan kasian juga, kasian kita nya maksudnya menunggu kelamaan duit sang juragan gak cair-cair buat ngebenahin mesin, hehehehe… nunggu mecah celengan ayam dulu dari hasil nabung uang saku sekolah hehehheeh… semoga segera dikabulkan dapet juragan besar bisa bikin motor bore up, curhat terusss… :D
      Piston Hi-Dome made in RAT
      Katup sementara ini mengandalkan milik smash dengan jarak klep 4 milimeter dipatok aman untuk mengawal noken as racing made in RAT dengan pinggang 17,8 milimeter, durasinya disimpen saja :) yang pasti in close di area 70 – 80 derajat, ex open di 80 – 90 derajat. Pegas katup dipilih yang murah aja lah pakai CS 1, kita tidak berharap putaran atasnya bisa kuat, oleh karena itu cdi kita batasi di 12.000 RPM, kalau ada rejeki pir klep bagus kitiran mesin bisa dibuka lebih tinggi lagi tanpa takut floating dan mesin jebol, lagipula kem bisa dibuat lebih tinggi hingga pinggang 16.5 milimeter ajiiibbbbbbb…!!! Sementara yang ada dulu.


    1. Duel Motor Matic vs Motor Bebek

      Mesin Motor MaticWell,… kalau melihat secara fungsionalitasnya… baik motor Honda Spacy Helm in PGM-Fi maupun Honda Supra X-125 Helm in PGM-Fi… sama-sama motor yang bisa ngangkut lebih banyak …!!! Sama-sama perfect kalau soal gede bagasinya… mau untuk taruh helm,… beras… kopi instant,… gula,… cingkir… masuuuk daaagh semuanya … siap untuk camping … apalagi cuma boneka garfield …!!!
      Kalau bicara soal akselerasi bisa dibilang relatif imbang… mengingat walau skutik Spacy lebih kecil cc nya namun nggak perlu ngoper gigi… langsung betot gas… sudah ngaciiiir lebih dulu ketimbang motor bebek …!!! Suspensi relatif sama antara Spacy vs Supra X-125 Helm in … sedangkan bicara soal pengereman… memang Supra X-125 yang dilengkapi dengan rear disc brake lebih jossss …!!! Kemudian bagaimana dengan handling …???
      Waaaagh… kalau bicara handling… Honda Spacy yang lebih ceper… dari sisi ground clearance… memang lebih mantap untuk dibuat liak-liuk ataupun goyang patah-patah …!!! Kestabilan Honda Spacy Helm in memang mengalahkan si Supra X-125… manuver overtaking tipis yang juragan lakukan… juragan bisa relatif ‘believe’ dengan si Nancy ini… ketimbang si Supri… !!!
      Memang secara umum … skutik menawarkan kemudahan aka easy to ride … kestabilan handling… tidak heran konsumen banyak beralih dari bebek ke skutik …!!! Last,.. jika butuh ngangkut barang lebih banyak… tentu juragan akan milih skutik Honda Spacy Helm in… ketimbang Honda Supra X-125 Helm in… walu dua-duanya sama-sama injeksi… !!! But, itu pilihan juragan… bagaimana dengan pilihan sampeyan… monggo di share … !!!
      0 

      Add a comment

      1. Babak Baru: Duel Bebek Matik Honda VS Yamaha


        CV Matic dari Honda

        OTOMOTIFNET - Setelah beberapa waktu yang lalu Honda mengumumkan teknologi CV Matic, transmisi automatic untuk sepeda motor jenis bebek. Kini giliran Yamaha yang mengumumkan teknologi serupa yang diberi nama Yamaha Compact Automatic Transmission (YCAT).
        Melalui release resminya Honda mengumumkan CV matic di bulan September 2009, sedangkan YCAT resmi di umumkan pada Oktober 2009 lalu.

        Melihat konstruksinya, kedua transmisi baru ini memiliki desain yang sangat mirip dan tak jauh berbeda.
        Entah siapa yang duluan punya ide untuk membuatnya namun yang paling penting adalah terobosan teknologi ini memfasilitasi keinginan konsumen yang ingin tetap naik motor bebek dengan segala kelebihan fungsionalnya tapi menginginkan transmisi automatic layaknya skutik yang kini sedang booming.

        CV matic dan YCAT sama-sama merancang transmisi ini untuk mesin bebek berkapasitas mesin antara 100 sampai 125cc. Mekanisme continuously variable transmission (CVT) yang dipakai skutik dipindahkan ke mesin bebek tapi tentunya tanpa merubah tata letak apapun dari mesin bebek.

        Terlihat dari luar, nantinya mesin akan tetap berada sejajar dengan footspeg dan tetap ada rantai dan final gear sebagai transfer tenaga terakhir ke roda. Lalu CVT-nya diletakkan di mana? Kedua pabrikan ini sama-sama mendesain CVT di ruang kopling pada mesin bebek konvensional.

        Konstruksi CV Matic (kiri) dan YCAT hampir sama Bila umumnya keluar dari kruk as di gear box sebelah kanan adalah ruang untuk rumah kopling sentrifugal. Sedang pada CV Matic dan YCAT ruang ini dijadikan ruang untuk CVT. Bentuknya memang tak sepanjang CVT pada skutik, dengan pully berdiameter lebih besar. Baru dari driven pully (pully belakang) terhubung ke final gear dan rantai yang meneruskan transfer tenaga ke roda.

        Nah yang membedakan diantara CV matic dan YCAT adalah konstruksi pendinginannya di CVT. Keduanya sama-sama memiliki lubang masuk udara di drive pully (pully depan), namun pada YCAT dilengkapi dengan belalai yang moncongnya terletak di sebelah filter udara.
        Sedang CV matic belum menjelaskan posisi lubang masuknya udara, hanya ada lubang di atas drive pully. Sedang tempat keluarnya udara yang telah melewati CVT sama-sama di atas driven pully.

        YCAT (kanan) dilengkapi dengan belalai Rencananya Yamaha akan segera memproduksi bebek dengan transmisi automatic ini pada 2010 mendatang untuk pasar sepeda motor di Asean. Dan negara yang paling pertama akan mendapat jatah adalah Vietnam.
        Kita tunggu saja, mana yang pertama kali masuk ke Indonesia, CV Matic atau YCAT? 
        0 

        Add a comment

        1. sketsa-mesin-motor-bebek.gif (513×374)Ya!motor bebek dijamin mesinya awet daripada motor matic,kenapa?ane juga gak tau sih :D ,ane bukan ahli motor.Tapi ane bisa contohin:Tarikanya bagus mana setelah motor berusia 5 tahun?A.Bebek atau B.Matic?jawabanya adalah A!faktanya memang benar,kenapa?karena motor matic biasanya kalo udah berumur lebih dari 5 tahun,lost powernya terasa banget.Contonya ane aja,babeh ane beli motor vario 110 cw dari sepupu,motornya udah 5 tahun,dan…hiii tenaganya,gak nendang sama sekali..!meski udah di setel,tetep aja tenaga gak nendang seperti pertama beli.Dan lalu ane coba motor bebek supra fit yang usianya kira-kira 7 tahun,dan…bisa ditebak,tenaga tetap seperti motor baru(ane tuker tambah sama sepupu).makanya durabilitas motor bebek gak akan pernah sama dengan motor matic.
          REM MESIN
          Ya,rem mesin tidak akan pernah ditemui motor matic dan hanya ada di motor bebek dan sport.makanya kalo bro naik motor bebek atau sport,terus ke jalan yang turun,pasti motor suaranya keras banget dan serasa ada yang ngeganjel,nah itulah rem mesin..!sekarang coba pake motor matic ke jalan yang turun,pasti ngegerolong kaya sepeda :D
          IRIT
          sekarang udah injeksi dan sebagainya,tetep aja motor matic paling irit.gak percaya?ya udah :D
          meskipun motor matic jaman
          Note:kenapa motor bebek lebih irit daripada matic?alasanya cukup simpel.Jika bro naik ke tanjakan,kalo kita pake motor bebek,bila memerlukan tenaga yang besar,maka kita tinggal menurunkan giginya ke gigi terendah (gigi 1),berbeda dengan matic!matic memerlukan betotan gas yang sangat besar untuk menyumbang tenaga yang besar juga,semakin bukaan gas besar,maka semakin cepat juga bensin yang terpakai,dan itulah mengapa motor bebek always irit selalu
          0 

          Add a comment


          1.  
            Lho Kok bukan Indonesia? IMHO, Mungkin dirasa YMKI masih sibuk dengan Vega ZR dan New Jupiternya. BTW motor ini jugalah yang dirumorkan merupakan salah satu dari 7 motoryang akan digelontorkan YMKI sepanjang tahun 2010 nanti. Hayoo siapa yah kira-kira yang bakal jadi first mover bebek matic di Indonesia? Honda atau yamaha . ..  atau jangan-jangan malah Kawasaki he he he he. Nah dari pada kelamaan nunggu, untuk sementara mari kita nikmati dulu sosok bebek matic ini sembari melihat fitur-fitur pembedannya dengan bebek-bebek bertransmisi konvensional.

            0 

            Add a comment




          2. Nah tentunya sebagai konsumen akan sangat bijak jika Anda mengetahui bermacam-macam teknologi ini sehingga mengetahui mana yang terbaik dan dapat memilih teknologi yang terbaik pula. PadaYamaha Teknologi ini sering kali disebut TPS (Throttle Position Sensor). Tapi hati-hati ada juga TPS dan TSS yang singkatannya juga berbeda, pada produk kompetitor TPS kalau di jabarkan adalah Throttle Position Switch dan TSS berarti Throttle Switch Sensor. Apa bedanya? Pada Throttle Position Sensor memakai sensor variable untuk mengukur bukaan gas pada bagian karburator, sedang pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor, mereka masih menggunakan Switch sebagai tombol on/off, sistem ini bekerja secara manual cuma untuk memindah dua posisi saja (dua mapping pengapian), jadi bukanlah model variable sensor yang mampu otomatis berubah menyesuaikan setiap kondisi bukaan gas yang terjadi. Tentu saja performa kerjanya sangat jauh berbeda walau namanya mirip-mirip. Throttle Position Sensor berkerja jauh lebih komplek dan jauh lebih baik dari model switch yang ada pada Throttle Position Switch dan Throttle Switch Sensor.
            Seperti yang sudah kita bahas, teknologi Throttle Position Sensoradalah teknologi Throttle Position yang terbaik, dan inilah yang diaplikasikan Yamaha pada Jupiter MX. Lebih hebatnya lagi Yamahayang terkenal mampu bikin motor yang dapat lari kencang tidak hanya menerapkan TPS saja pada mesin Jupiter MX untuk membuat konsumsi bahan bakarnya jadi irit, akan tetapi Jupiter MX walau irit tetap mampu berlari kencang. Karena itulah TPS ini dipadukan dan di-intregasi-kan dengan Pompa Akselerasi sehingga walau irit tetap dapat menghasilkan tarikan yang spontan. Cara kerjanya seperti ini:
            Jika handle gas dibuka, maka udara akan bertambah dan membuat campuran menjadi kering (lebih banyak komposisi udara jika dibandingkan dengan Air Fuel Ratio yang Normal) sehingga akselerasi jadi buruk dan tersendat. Disini fungsi pompa akselerasi untuk menginjeksikan bahan bakar ke bagian Ventury di dalam karburator saat terjadi percepatan, sehingga mesin merespon dengan cepat dan tarikan spontan terjadi.
            Dengan perpaduan teknologi TPS yang terbaik dan teknologi pompa akselerasi yang sudah intregasi dalam satu kesatuan sistem pengabutan bahan bakar, maka Jupiter MX memiliki teknologi Throttle Position yang terbaik sehingga memiliki efisiensi mesin 135cc yang terbaik, irit bahan bakar, tarikan responsif-spontan dan mampu berlari kencang.
            Jika kita cermati, Yamaha Jupiter MX memakai mesin dengan konvigurasi mesin tegak. Sama seperti yang dipergunakan pada Yamaha V-ixion dan berbagai motor sport modern. Nah apa sih keunggulan mesin tegak? kok nyaris semua motor sport modern memakai mesin jenis ini. Sampai-sampai Jupiter MX, bebek Yamaha yang Hi-Tech ini juga pakai mesin Tegak.
            Oke coba kita bahas satu persatu keunggulan mesin tegak.
            Pertama, gesekan yang terjadi pada dinding piston dengan dinding dalam silinder akan lebih kecil jika kondisi arah gesekan semakin vertikal tegak lurus dengan bumi. Sehingga performa mesin akan lebih baik karena gesekan yang terjadi pada bagian inti penggerak ini lebih kecil. Mesinpun akan lebih effisien sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit.
            Kedua, bahan bakar yang masuk kedalam mesin melalui karburator akan lebih lancar, karena tidak perlu melalui leher angsa. Akan tetapi langsung lurus masuk kedalam mesin. Performa mesin tentu saja lebih baik dengan adanya pasokan bahan bakar yang lebih lancar dan merata.
            Ketiga, mesin tegak lebih tahan banjir. Karena bagian filter udara dan karburator terletak lebih tinggi dan lebih terlindung dari pada mesin horisontal. Busi-pun terletak lebih tinggi, sehingga bagian pemicu pembakaran ini lebih aman dari resiko terendam air.
            mesin tegak
            Keempat, mesin tegak dengan kapasitas mesin (cc) yang besar akan tetap kompak secara dimensi, tidak sepanjang mesin horisontal. Hal ini mengakibatkan sepeda motor lebih stabil karena titik berat motor dapat lebih terpusat di tengah. Selain itu beragam fitur yang lebih baik dapat diterapkan pada motor yang memakai konfigurasi mesin tegak. Semisal ada ruang yang cukup untuk Radiator, Monoshock Suspension, dan penggunaan Delta Box Frame. Tentunya motor makin superior dengan beragam Fitur ini.
            Kelima, sepeda motor yang menggunakan mesin tegak akan lebih lincah ditikungan, karena titik berat pada mesin tegak lebih tinggi dari pada titik berat pada mesin horisontal. Hal ini akan membuat motor lebih dinamis saat bermanuver maupun saat melahap tikungan pada kecepatan tinggi. Demikian halnya jika kita terjebak dalam kemacetan jalanan kota besar, motor juga tetap lebih lincah dan handal.
            Sering kali kita mendengar adanya pendapat bahwa mesin ber-cc kecil (dibawah 250cc) tidak efektif memakai liquid cooled system, atau yang biasa kita sebut sebagai radiator. Benarkah pendapat ini? Padahal seperti yang kita tahu teknologi liquid cooled system ini sudah diaplikasikan pada mesin Jupiter MX yang berkapasitas 135cc. Nah…mau tahu kebenarannya? Ikuti penjelasan berikut ini.
            Beberapa hal di atas adalah sebagian keunggulan dari mesin tegak yang dapat kami sampaikan melalui artikel kali ini. Jadi sudah sangat tepat apabila Bebek & Sport Hi-Tech Yamaha, yaitu Jupiter MX dan V-ixion menggunakan konfigurasi mesin tegak. Ini bukti Yamaha selalu menggunakan teknologi terbaik untuk dipersembahkan kepada semua konsumen yang dicintai dan mencintai Yamaha.
            Sebenarnya pada mesin dengan cc sekecil apapun, tetap dibutuhkan sistem pembuangan / penyaluran panas dari dalam sistem mesin ke luar menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin. Dikarenakan pada saat mesin bekerja terjadi proses pembakaran dalam ruang bakar yang tentu saja menimbulkan suhu ekstrim yang tinggi di dalam mesin itu sendiri. Gesekan antara komponen mesin yang bekerja dengan kecepatan tinggi secara otomatis menimbulkan panas yang sangat tinggi pula. Dengan suhu panas yang ekstrim ini, performa mesin bisa saja terganggu, oli dalam mesin dapat rusak, dan tentu saja gesekan antar komponen mesin semakin besar sehingga mengakibatkan mesin menjadi gampang rusak. So, komponen pembuangan panas diperlukan sebagai media untuk melakukan transfer panas dari dalam mesin menuju lingkungan bebas di luar sistem mesin.
            Media perpindahan panas ini beragam bentuk dan sistem kerja, ada yang menggunakan sistem perpindahan panas langsung dari benda padat (logam) ke udara bebas melalui elemen sirip pendingin yang biasanya ada di bagian silinder mesin pada mesin berpendingin konvensional. Tetapi ada pula yang menggunakan pendinginan dua tahap, yaitu tahap pertama dengan sistem perpindahan panas dari benda padat (logam) menuju ke benda cair (cairan pendingin), setelah itu baru kemudian panas dilepaskan menuju ke udara bebas melalui media evaporator yang kita kenal dengan nama radiator.
            Perpindahan panas dari mesin (benda padat) menuju ke benda cair (cairan pendingin) jauh lebih cepat 5 kali lipat dibandingkan perpindahan panas dari benda padat menuju  udara. Sehingga penggunaan sistem liquid cooled engine ini jauh lebih efektif dalam menjaga suhu mesin dalam kondisi ideal pada saat terjadi perubahan secara mendadak karena perubahan unjuk kerja mesin, ataupun pada saat mesin bekerja secara ekstrim untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Dengan terjaganya suhu mesin pada kondisi suhu yang ideal secara stabil, maka efisiensi mesin akan berada pada kondisi puncak, performa mesin akan maksimal, konsumsi bahan bakar lebih irit dan tentu saja komponen mesin lebih awet.
            Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan  bahwa liquid cooled systembekerja lebih efektif dibandingkan mesin dengan sistem pendinginan konvensional yang menggunakan sirip udara. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa penggunaan liquid cooled system tidak efektif pada mesin dengan kapasitas cc mesin yang kecil. tidaklah benar. Justru penerapan liquid cooled system ini tetap lebih baik meski pada mesin ber-cc kecil sekalipun, hanya mungkin saja faktor harga akan menjadi pertimbangan pada motor-motor yang ditujukan untuk segmen ekonomis yang memang rata-rata ber-cc kecil.
            mesin Jupiter MX
            Nah khusus untuk Jupiter MX yang memang didesain dan diciptakan sebagai motor bebek dengan sensasi dan teknologi motor balap, maka pengunaan liquid cooled akan sangat bermanfaat untuk mendukung performa mesin MX untuk mencapai puncak performanya. Terlebih dalam mesin Jupiter MX segala teknologi yang terkandung didalamnya terintregrasi satu dengan lainnya sehingga saling mendukung keunggulan satu elemen mesin dengan elemen mesin yang lain. Dengan teknologi mesin berkonfigurasi tegak 44 derajat 4 Valve SOHC, Teknologi bahan DiASil Cylinder, Forged Piston, TPS, Pompa Akselerasi dan Liquid Cooled System, semuanya akan terpadu untuk memberikan performa puncak pada Jupiter MX. Sehingga pemakaian liquid cooled sistem pada mesin Jupiter MX akan memberikan kontibusi lebih dari pada pemakaian liquid cooled sistem pada mesin motor yang lain. Itulah hebatnya mesin Jupiter MX dengan liquid cooled system-nya.

            0 

            Add a comment


            1. Honda Blade Pake Tensioner Rantai Keteng Kaze


               Diganti model batang agar tahan gesek
              Honda Blade dipakai balap dengan rpm mesin tinggi, kurang tahan kalau hanya mengandalkan tensioner standar. Nggak tahan gesek dan panas, roller berlapis karet khusus itu cepat terkikis bahkan bisa sampai jebol.

              “Alhasil daya tekan tensioner ke rantai keteng kurang maksimal. Timing pengapian terganggu lantaran tak lagi presisi. Tenaga motor kedodoran, seperti yang pernah saya alami waktu turun balap,” papar Sardian Gorad Pasaribu, mekanik balap tim Kita-Kita Racing Medan.

              Sebenarnya Sardin hanya salah satu mekanik yang jadi contoh. Masalah ini sudah jadi rahasia umum para pemakai HondaBiar kuat di ajak balap, part vital ini dimodifikasi mantan asisten mekanik Honda Banten itu. Caranya mengganti penekan model roller dengan batang seperti motor umumnya. Sardin menggunakan batang penyetabil rantai sekaligus tensioner Kawak Kaze.

              “Yang lama dicopot. Lalu batang penyetabil Kaze dibuat dudukan berupa as dari baut tepat dibalik posisi roller aslinya. Sedang ujung batang masuk ke blok silinder, biar rantai bisa ditekan saat berputar,” lanjut Sardin sambil menuturkan part Kaze lebih murah juga mudah.

              Adapun untuk posisi pasang tensioner yang bertugas menekan rantai keteng saat berputar, alumni HMTC Jakarta itu membuat lubang dudukan di blok silinder. Tepatnya di bagian sisi kiri atau yang mengarah ke ruang rantai keteng. Tidak lupa, tensioner dikin dudukan lubang ulir sebagai pengikatnya. Silakan dibuktikan. (motorplus-online.com)
              0 

              Add a comment


            2. BIANG KEROK MESIN JEBOL…!!!

              Yamaha Vixion & Jupiter MX memang mengusung teknologi canggih… salah satunya system pendinginan air (Liquid Cooled) pada head cylinder & block silinder……. Nikmat rasanya mengendarai kedua type motor keluaran Yamaha tersebut, tetapi kenikmatan tersebut rupanya hanya fatamorgana belaka……
              Liquid Cooled memang berfungsi untuk mendinginkan/menurunkan/menstabilkan temperature/suhu pada mesin yaitu pada cylinder head& cylinder block yang menjaga ruang baker mesin mencapai suhu optimal serta dapat membuat endurance mesin tahan lama…… tetapi mengakibatkan kita lengah terhadap mesin motor kita layaknya kita sedang memakai kendaraan dengan mesin berpendingin udara (Air Cooled) yang ada semacam sirip pada cylinder head & cylinder block untuk melepas panas ke alam bebas yang dapat berakibat FATAL…!!!
              Jangankan penunggang/rider/user yang mempunyai vixion/Jupiter MX yang tidak mengerti tentang mesin motor kesayangannya….. Mekanik beres pun ada yang belum menguasai pasal perawatan Liquid Cooled ini…
              Contohnya sebuah kasus dari belasan kasus yang sama singgah ke saya pada hari sabtu serta mendorong saya untuk menulis artikel ini karena sudah tak tahan lagi dengan perlakuan mekanik beres pada vixion customer saya……
              Berdasarkan laporan sang end user rupanya vixion beliau awalnya jatuh lalu di bawa ke beres Yamaha langganannya untuk membenahi vixionnya yang katanya sempat menginap 3 hari di beres Yamaha, selesai dari beres timbul keluhan dari sang end user “kok air radiatornya sering habis terus yah? Dimulai dari reservoir tank yang habis duluan lalu yang di radiator pun ikut-ikutan habis dan juga akselerasinya lambat sekali dan berat topspeednya”. Singkat kata beliau kembali meluncurkan vixionnya ke beres Yamaha langganannya kembali untuk di “beres” kan keluhannya. Akhirnya menginap lah kembali vixionnya di beres Yamaha… kalau tidak salah 2 hari menginapnya ujar beliau.
              Tetapi rupanya penyakit motornya yang sama kembali membuat ulah…….. “air radiator sering habis Dimulai dari reservoir tank yang habis duluan lalu yang di radiator pun ikut-ikutan habis dan juga akselerasinya lambat sekali dan berat topspeednya” kembali si end user berujar. Akhirnya setelah bernegosiasi tentang jadwal booking bongkar mesin pada saya tersepakati maka kemarin lah saya di beri kesempatan untuk memeriksa & membongkar mesin motor vixion kesayangannya.
              Setelah saya bongkar……. “Alamaaaaaaakkkkkk telat beberapa hari aja bisa jebol total nih mesin vixionnya boooossss……. Diapain aja boooosss mesinnya kemarin-kemarin menginap berhari-hari di beres Yamaha….. ini juga gasket/paking head silinder, paking block silinder bagian bawah & cover waterpump pake di kasih lem segala…ck…ck…ck…” ujar saya kepada sang pemilik vixion.
              Mari silahkan disimak sebagian foto-foto berikut ini. Jangan lupa untuk menyiapkan kacang goreng, kopi, rokok & kartu remi yaaaah wkwkkwkwwk…….
              Alangkah kita sebaiknya selalu check mesin motor kita yang bersistem liquid cooled/water cooled seperti Yamaha V-ixion & Jupiter MX apakah ada kebocoran seperti pada gambar berikut ini =
              Selalu check ketinggian permukaan air radiator pada radiator seperti gambar berikut ini =
              Dan terakhir serta yang paling UTAMA untuk yang suka bongkar-bongkar mesin V-ixion/Jupiter MX dapat men-check tanda-tanda kebocoran air radiator pada waterpump (seal karet & as rotor baling-baling pompa nya) seperti pada gambar berikut =
              Ingin mesin V-ixion or Jupiter MX anda di dalam crankcase nya dipenuhi bubur sum-sum seperti gambar-gambar di atas kah…?
              Silahkan dirawat & diperhatikan kesehatan mesin motor nya yah… jangan sampai terlambat…
              PS = Apabila melakukan service pada beres kalau bisa diperhatikan kerja mekaniknya & bawel sedikit tidak apa-apa demi parts-parts yang harus di ganti, jangan ditinggalkan begitu saja motornya demi secangkir kopi di warung seberang bengkel resmi. ;)
              WASPADA… WASPADA… WASPADA LAH……………
              0 

              Add a comment


            3. Motori Minarelli

              Mesin Minarelli Yang Serupa Yamaha V-Ixion Ternyata Buatan Indonesia

              Pernah dibahas sebelumnya, mesin buatan Motori Minarelli yang serupa dengan mesin Yamaha V-Ixion, dipakai oleh beberapa merek motor di Eropa seperti Rieju  dan MH Motorcycle . Dan ternyata, mesin ini dibuat di Indonesia!

              Mesin satu silinder SOHC dengan empat klep dan dilengkapi dengan radiator ini diproduksi oleh PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) di kawasan industri Jababeka, Cikarang. Bukan hanya komponen tapi mesin secara utuh.

              "Masyarakat sebelumnya hanya mengenal CHN sebagai produsen komponen pendukung OEM, seperti rem dan pelek. Padahal kami juga memproduksi mesin motor utuh yang dipasarkan di Eropa oleh Minarelli," ungkap Enton, Marketing Departement PT CHN.

              “Sayangnya, pemerintah Italia memberikan proteksi bagi produsen sepeda motor. Undang-undang disana tidak memperbolehkan kami untuk mencantumkan negara pembuat. Jadi, blok motor yang kami buat hanya terdapat kode produksi saja,” ungkap Enton sedikit kecewa tidak bisa membawa nama Indonesia.

              Mesin ini memiliki beberapa pilihan kapasitas mesin mulai dari 125cc seperti yang dipakai Rieju dan MH Motorcycle serta Yamaha YZF R125. Lalu ada yang 135cc seperti yang digunakan Yamaha Jupiter MX dan 150cc seperti yang digunakan pada Yamaha V-Ixion.
              0 

              Add a comment


            4. Regulasi motoGP tahun  2012 membatasi pengembangan-pengembangan yang terlalu tinggi terhadap mesin, yang salah satunya ada pada pembatasan diameter maksimum dari seher dan jumlahnya seher dipakai. Diameter maksimumnya adalah 81mm dan jumlah sehernya sendiri Cuma 4 buah, sooo apasih yang kan disebabkan dari regulasi itu??? Tentunya ada pada putaran mesin maksimumnya.
              mesin 4 silinder seher 81mm
              Coba diitung berapa kapasitas mesinnya dengan satu silinder dari keseluruhannya yang 1000cc… gampang tinggal dibagi 4 ja jadinya 250cc. 250cc ini hamper mirip dengan spek moto3 yang melombakan maksimum kapasitas mesinnya 250cc.
              0 

              Add a comment



            5.  
               
               
               
              Mesin diesel atau yang biasa disingkat dengan diesel adalah mesin kalor yang memiliki prinsip kerja dengan menggunakan siklus diesel. Cara kerja diesel adalah melalui 2 proses adiabatik, yaitu proses isobarik dan proses isokhorik. Perbedaan mendasar antara cara kerja mesin diesel dan mesin bensin adalah pada diesel bahan bakr disemprotkan ke ruang pembakaran melalui nozel injector sehingga ketika ruang pembakaran memiliki tekanan yangs angat besar akan cukup panas untuk menyalakan bahan bakar secara spontan.
               
              Pada diesel, gas yang amsuk hanya merupakan udara biasa, bukan campuran antara bahan bakar dan udara sehingga proses isap dan proses buang tidak terjadi pada cara kerja diese. Udara yang masuk akan dimampatkan secara adiabatik sehingga suhunya menjadi cukup tinggi. Kemudian udara tersebut disatukan dengan minyak yang disemprotkan secara perlahn pada keadaan hampir isobar. Setelah itu, akan terjadi pembakaran dan piston bergerak. Cara kerja diesel yang singkat tersebut membuat mesin diesel lebih banyak menghasilkan tenaga.
               
              Mesin diesel dibedakan menjadi 2, yaitu mesin diesel 4 tak dan mesin diesel 2 tak. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing cara kerja diesel pada mesin diesel 4 tak dan 2 tak:
               
              # MESIN DIESEL 4 TAK
               
              1. Langkah pertama, disebut dengan suction stroke.
               
               
               
              Udara murni akan tersedot oleh piston yang bergeser ke bawah.
               
              2. Langkah kedua, disebut juga dengan langkah kompresi
               
               
               
              Piston akan memampatkan udara keatas dengan memanfaatkan kekuatan dari therby yang dilakukan oleh crankshaft
               
              3. Langkah ketika, disebut juga dengan power stroke.
               
               
               
              Pada bagian atas yang tertutup, udara dalam kondisi terkompresi scara maksimal. Tekanan dan suhu menjadi sangat tinggi. Kemudian pompa yang berwarna hitam menyuntikkan bahan bakar ke dalam udara yang panas. Sehingga pada suhu bahan bakar yang tinggi bisa menekan piston ke bawah. Proses ini dilakukan bersama dengan bagian crankshaft.
               
              4. Langkah keempat, disebut juga dengan langka pembuangan
               
               
               
              Gas yang dihasilkan dari proses pembakaran akan dikeluarkan dari silinder melalui katup kedua oleh piston yang kemudian akan bergerak keatas lagi
               
               
               
              # MESIN DIESEL 2 TAK
               
               
               
              1. Langkah 1A
              Pada permulaan gerakan, piston akan bergerak keatas sedangkan LM dan LB dalam keadaan terbuka. Udara bertekanan dari karter akan masuk ke silinder dan meniup sisa gas pembakaran melalui LB.
               
              2. Langkah 1B
              Piston akan bergerak ke atas, LM dan LB dalam keadaan tertutup oleh dinding piston. Udara bersih yang berada dalam silinder akan dimampatkan. Kemudian bahan bakar disemprotkan dan akan terjadi ledakan.
               
              3. Langkah 2A
              Kemudian piston akan bergerak ke bawah dengan dorongan gas yang diledakkan
               
              4. Langkah 2B
              Pada bagian akhir gerakan, piston akan bergerak ke bawah dimana LB sudah terbuka sehingga gas hasil pembakaran mulai keluar karena efek dari aktifitas pemompaan.